Jumat, 29 Juli 2011

Sektor Pertanian Tomat

Jika orang menyebut tomat, asumsinya adalah buah untuk sayuran. Padahal sudah lama tomat menjadi buah tangan yang siap dimakan atau dibuat jus yang segar sebagai minuman. Harga tomat sempat anjlok karena membeludaknya pasokan dari berbagai daerah ke pasar. Tentu saja hal itu tidak menggembirakan para petani maupun pedagang tomat. Namun, pangsa pasar tomat tetap tinggi, baik untuk sayuran, buah tangan, maupun untuk dibuat minuman. Dengan manajemen yang baik, usaha tani tomat tetap akan menguntungkan. Jika orang menyebut tomat, asumsinya adalah buah untuk sayuran. Padahal sudah lama tomat menjadi buah tangan yang siap dimakan atau dibuat jus yang segar sebagai minuman. Sehingga tomat bukan lagi sebagai buah sayuran, tetapi lebih dari itu, yaitu dimakan mentah.

Pemahaman tomat sebagai sayuran memang tidak bisa dihindari karena sejak semula tomat lebih banyak dipakai sebagai sayur atau lalapan. Sampai sekarang pun tomat sayuran masih tetap dicari. Padahal sesuai perkembangan, tomat juga sudah menjadi buah yang siap dinikmati. Beragamnya fungsi tomat ini tentu saja memberikan peluang bagi petani. Pasar tradisional sekarang telah menjual buah tomat sebagai buah tangan, sayuran, maupun untuk jus. Harganya tentu saja juga bervariasi, paling murah tomat untuk sayuran. Bentuk fisik tomat untuk sayuran dan tomat untuk buah tangan berbeda. Pada tomat untuk buah penampakannya lebih menarik dan halus, bahkan ada yang volumenya lebih besar. Sedangkan pada tomat sayur lebih banyak tonjolannya.

Saat ini luasan tanaman tomat secara nasional berkisar 30.000 hingga 50.000 hektare per tahun. Permintaan tomat terus meningkat karena selain dijual di pasar tradisional, buah tomat juga dijual di super market, mal-mal, maupun dijual langsung ke hotel dan restoran. Melihat kondisi itulah, selera pasar akhirnya disesuaikan dengan peruntukan buah tomat itu. Untuk mendapatkan buah tomat sesuai selera pasar, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) terus melakukan penelitian dengan cara menyilangkan varietas induk dengan varietas lainnya. Dari situlah diharapkan bisa dihasilkan tomat hibrida yang bisa diterima pasar dengan baik. Saat ini para petani masih banyak yang mengembangkan tanaman tomat tanpa menggunakan bibit yang baik.

Mereka biasanya langsung mengambil biji tomat dari kebunnya kemudian menyemaikannya. Akibatnya produktivitasnya menjadi rendah. Seperti untuk dataran tinggi produktivitasnya berkisar 10 hingga 15 ton.





Grab The Bookmarketer For Your Site
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...